RSS

Langkah Prosedur Perancangan Pabrik

Hampir dipastikan tanpa terkecuali setup industri atau pabrik dirancang dengan mengikuti langkah-langkah atau prosedur aktivitas sesuai dengan yang digambarkan secara skematis pada gambar di bawah ini. Secara singkat bisa dijelaskan bahwa suatu industri atau bisa juga pula disebut sebagai organisasi usaha akan memiliki tujuan untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan dari konsumennya, dengan cara­-cara yang ditempuh berurutan sebagai berikut :  
  • RISET PASAR DAN PERAMALAN PENJUALAN/KEBUTUHANMerupakan aktivitas untuk mengetahui dan mengidentifikasikan produk apa yang dikehendaki oleh kustomer dan sekaligus disini diramalkan berapa banyak produk yang harus dipenuhi. Kegiatan ini akan sangat membantu didalam menetapkan kapasitas produksi maupun tingkat teknologi yang diaplikasikan.


  •  KEBIJAKSANAAN MANAJEMEN (MANAGEMENT POLICIES)
    Aktivitas yang harus dilaksanakan oleh manajemen guna memformulasikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dan kemudian mencoba mengembangkan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang harus dilakukan dalam rangka memberi arah yang harus ditempuh oleh organisasi usaha (industri) tersebut.

  • RANCANGAN PRODUK
    Hasil dari riset pasar akan memberi gambaran umum mengenai macam produk yang harus dibuat oleh industri. Berdasarkan hal tersebut selanjutnya dibuat rancangan dari produk yang dimaksudkan lengkap dengan spesifikasi teknisnya. Disini perlu pula dibuat analisa buat beli (make or buy analysis), pembuatan gambar kerja dari produk atau komponen yang akan dibuat, dan lain-lain.


  • PERANCANGAN PROSES DAN KEGIATAN PRODUKSI/OPERASIONAL
    Merupakan kelanjutan dari aktivitas perancangan produk dimana disini akan ditetapkan cara/prosedur untuk membuat produk/komponen sesuai dengan gambar kerja yang ditetapkan. Berdasarkan metode pengerjaan yang harus dilaksanakan maka sekaligus akan ditetapkan macam mesin atau peralatan/fasilitas produksi lainnya yang akan dipakai. Demikian pula umumnya operator yang harus melaksanakan waktu standard, kondisi-kondisi pengerjaan dan lain-lain akan ditetapkan dalam langkah ini.


  • PERANCANGAN LOKASI & TATA LETAK FASILITAS PABRIK (PLANT LOCATION & LAYOUT)
    Disini akan dilakukan analisa lokasi dimana sebaiknya pabrik didirikan, dan menetapkan aliran material, kebutuhan luas area, pengaturan layout fasilitas produksi, dan lain-lain. Tujuan pokok dari kegiatan ini adalah untuk mengatur aktivitas dan fasilitas yang ada guna memberikan gerakan­gerakan pemindahan material (material handling) agar bisa diselenggarakan secara efisien selama proses produksi berlangsung.


  • ANALISIS PERHITUNGAN BIAYA                                                                                       Kegiatan untuk menganalisa biaya produksi yang harus dikeluarkan secara keseluruhan. Berdasarkan analisis biaya ini maka akan bisa ditetapkan besarnya modal/investasi yang harus diadakan untuk merealisasikan proyek.


  • PENGADAAN DANA FINANSIAL
    Mengalokasikan dana finansial untuk menunjang kegiatan produksi. Dana yang dibutuhkan bisa bersifat investasi jangka panjang yang cenderung bersifat tetap (fixed assets) seperti halnya pembelian mesin, peralatan kerja, pengadaan gedung/bangunan pabrik dan lain-lain. Selain itu juga diperlukan dana finansial yang bersifat jangka pendek yang besarnya bervariasi tergantung pada tingkat operasionalnya.
  • REALISASI PROYEK
    Disini akan direalisasikan pengadaan-pengadaan segala kebutuhan yang diperlukan dalam aktivitas produksi seperti pendirian gedung/bangunan phisik pabrik, pembelian dan pemasangan mesin-mesin, persediaan material, rekruiting tenaga kerja (op­erator), dan lain sebagainya.
  • PROSES MANUFACTURING
    Merupakan kegiatan produksi yaitu kegiatan untuk mengubah material menjadi produk yang dikehendaki. Disini akan meliputi kegiatan fabrikasi yang bertujuan untuk membuat produk/komponen dan kegiatan perakitan (assembly) yang bertujuan untuk menggabungkan komponen-komponen menjadi satu rakitan produk. Dalam kegiatan manufakturing, disini akan terjadi perubahan­perubahan fisik (balk bentuk maupun dimensi ukurannya) ataupun sifat-sifat kimiawi dari mate­rial yang dikerjakan. Proses ini memberikan nilai tambah (value added) terhadap material yang bersangkutan.
  • DISTRIBUSI OUTPUT
    Hasil dari proses produksi (finished goods output) segera bisa didistribusikan ke konsumen atau pelanggan (customers) yang memerlukan melalui aktivitas pemasaran dan penjualan. Berdasarkan pemakaian output ini, maka customers akan mengevaluasi fungsi/daya guna dari output produksi tersebut. Selanjutnya keluhan dan saran-saran yang ada akan memberi informasi umpan balik bagi industri lewat kegiatan riset pasar. Dengan demikian siklus pembahasan akan berulang kembali.

 
Gambar Prosedur Perancangan Pabrik











  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar